Breaking News:
Deutsche Welle

HRW: Barisan Pemimpin Demokratis Belum Cukup Tegas Hadapi Para Autokrat

Para pemimpin demokratis Barat belum cukup membela demokrasi, kata organisasi Human Rights Watch (HRW) dalam laporan tahunannya. Dia…

"Ada pertempuran yang sedang berlangsung dengan perlawanan yang sangat signifikan terhadap mereka yang ingin menerapkan kembali, atau melanggengkan otokrasi," kata Kenneth Roth. Dalam menghadapi perlawanan yang meningkat, para autokrat yang sebelumnya berusaha untuk berpura-pura menjaga proses demokrasi, akhirnya menunjukkan wajah sebenarnya dan berhenti berpura. Perkembangan di Rusia, Hong Kong, Uganda dan Nikaragua menunjukkan, bagaimana penguasa mengklaim menyelenggarakan pemilu demokratis namun secara terang-terangan menyingkirkan semua oposisi, melarang media independen dan membungkam protes, kata Kenneth Roth.

Pemimpin demokratis harus bangkit

Meskipun mereka mungkin menang pemilu, "pemilihan zombie" seperti itu tidak "memberikan legitimasi apa pun seperti yang mereka car," katanya.

Tetapi saat ini, lanjutnya, banyak pemimpin yang dipilih secara demokratis gagal untuk menunjukkan prinsip dan kepemimpinan yang diperlukan untuk menunjukkan manfaat demokrasi, kata Kenneth Roth. "Ada kebutuhan mendesak untuk pemerintahan yang lebih baik dalam demokrasi, (dan) pendekatan yang lebih konsisten untuk membela hak asasi manusia di seluruh dunia."

Mengambil contoh Amerika Serikat dan bayak negara demokrasi Barat, dalam hubungan dengan "pemerintahan represif" dari negara sahabat seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab atau Israel, "kebijakan luar negerinya terlihat cukup konvensional". Dia mengakui, Presiden Joe Biden dan para pemimpin demokratis lainnya telah mengambil "langkah-langkah sederhana", tetapi itu saja belum cukup, Kenneth Roth memperingatkan, apa yang telah dilakukan "tidak cukup untuk menghadapi tantangan-tantangan besar" dan untuk memukul mundur autokrasi.

hp/vlz (afp, ap, rtr)

Sumber: Deutsche Welle
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved