PM Australia Pertanyakan Laporan Indonesia Bebas Virus Corona

Scott Morrison

Trensberita.com- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mempertanyakan laporan yang mengatakan sampai hari ini belum kasus pasien positif untuk corona virus (covid-19) di Indonesia sampai hari ini, Jumat (28/2).

Dikutip dari The Sydney Morning Herald, Morrison mempertanyakan kemungkinan kasus corona di Indonesia yang belum dikonfirmasi dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Australia, 3AW.
Dalam wawancara itu, Morrison mengatakan klaim terkait Indonesia belum ada data tentang infeksi virus corona¬†adalah “fungsi dari kemampuan mereka untuk menguji”.

Dalam talk show, penyiar Neil Mitchell mengajukan pertanyaan untuk pernyataan Morrison tentang bagaimana jika “kasus sebenarnya yang ada [virus corona] tetapi mereka [pemerintah Indonesia] belum menegaskan hal itu?”

“Ini [Indonesia] adalah negara yang sangat besar dan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan mutlak di nomor itu,” kata Morrison.

“Saya tidak berarti [sopan]. Indonesia memiliki sistem kesehatan yang berbeda dari Australia. Dan kami memiliki kapasitas yang berbeda untuk memberikan jaminan tersebut,” tambahnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Pengendalian Penyakit dan Departemen Kesehatan Pencegahan, Achmad Yurianto, negara bekerja keras untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.
“Jangan mengukur menggunakan standar Australia. Indonesia tidak Australia, Australia tidak Indonesia,” katanya.

“Kondisinya berbeda. Kami telah melakukan segala sesuatu sesuai dengan prosedur, Anda harus meminta WHO,” kata Achmad.

prosedur penanganan kasus yang sudah dilakukan Indonesia, Achmad mengatakan begitu otoritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sampai hari ini tidak ada orang di Indonesia yang positif korona.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menegaskan pasien yang meninggal di Semarang telah dinyatakan korona negatif, dan meninggal karena flu babi atau virus H1N1.

Baca juga: CAS Terima Pengajuan Banding City Terkait Sanksi UEFA

Sementara laporan menyebutkan virus corona warga negara Jepang setelah kunjungan ke Bali yang salah. Setelah uji klinis, yang bersangkutan atau terkena SARS CoV virus-2.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, tidak menanggapi pertanyaan terkait CNNIndonesia.com pernyataan Morrison. Menurut data dari pariwisata, sebanyak 1,3 juta wisatawan dari Australia ke Bali pada tahun 2019.