Budaya 5S & Bahasa Santun Jadi Fokus Unnes Giat 12 di MTsN 12

Budaya 5S & Bahasa Santun Jadi Fokus Unnes Giat 12 di MTsN 12

Budaya 5S & Bahasa Santun Jadi Fokus Unnes Giat 12 di MTsN 12 – Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui tim Unnes Giat 12 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Kali ini, kegiatan berfokus pada penanaman kesantunan berbahasa dan pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Boyolali. Program ini di inisiasi sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi lembaga pendidikan tingkat menengah agar lebih menekankan pentingnya karakter unggul selain prestasi akademik.

Unnes Giat 12 di kenal sebagai salah satu program pengabdian masyarakat yang di ikuti oleh mahasiswa. Dengan bimbingan dosen, mereka turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberi teladan dan berbagi pengetahuan. Tujuannya bukan hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis, beradab, dan berkarakter.

Pentingnya Kesantunan Berbahasa

Bahasa merupakan cerminan budaya dan karakter seseorang. Di tengah perkembangan teknologi digital, seringkali anak muda terjebak dalam penggunaan bahasa yang kurang santun, baik dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial. Karena itu, Unnes Giat 12 mengajak para siswa MTsN 12 Boyolali untuk memahami bahwa kesantunan berbahasa bukan hanya soal tata krama, tetapi juga wujud penghormatan kepada lawan bicara.

Melalui kegiatan ini, para siswa di ajarkan untuk membedakan konteks penggunaan bahasa di berbagai situasi, seperti berbicara dengan guru, orang tua, maupun teman sebaya. Dengan pendekatan yang interaktif, siswa di libatkan dalam simulasi percakapan agar terbiasa menggunakan ungkapan yang sopan, tidak menyinggung, dan tetap komunikatif.

Baca juga: Murid Sekolah Rakyat Tunjukkan Potensi Besar di Sains & Sosial

Budaya 5S sebagai Pembiasaan Positif

Selain kesantunan berbahasa, budaya 5S juga di tekankan dalam program ini. Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) di pandang sebagai perilaku sederhana namun memiliki dampak besar bagi terciptanya lingkungan sekolah yang ramah dan menyenangkan.

Para mahasiswa Unnes memperkenalkan budaya 5S melalui permainan, role play, hingga praktik langsung dalam interaksi sehari-hari di sekolah. Siswa di ajak untuk membiasakan diri menyapa guru dan teman dengan senyum, memberikan salam setiap bertemu, serta menjaga sikap sopan dalam berkomunikasi maupun bertindak.

Pembiasaan budaya 5S ini di harapkan dapat menumbuhkan sikap peduli, menghargai sesama, dan membangun rasa kekeluargaan di lingkungan madrasah. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

Antusiasme Siswa dan Guru

Kegiatan penanaman kesantunan berbahasa dan budaya 5S ini di sambut positif oleh para siswa MTsN 12 Boyolali. Mereka terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi, permainan edukatif, hingga praktik komunikasi santun. Banyak siswa yang merasa pengalaman ini memberi pemahaman baru tentang pentingnya berbahasa sopan dan membangun interaksi positif dengan orang lain.

Tidak hanya siswa, para guru juga menyampaikan apresiasi kepada Unnes Giat 12. Menurut mereka, program ini menjadi pendukung penting dalam pembinaan karakter di sekolah. Dengan keterlibatan mahasiswa Unnes, siswa mendapatkan contoh nyata dari figur muda yang bisa menjadi teladan dalam berperilaku.

Harapan Ke Depan

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membentuk generasi yang berkarakter. Unnes berharap, setelah kegiatan ini, budaya 5S dan kesantunan berbahasa tidak hanya berhenti pada momen acara, tetapi terus di praktikkan dalam keseharian siswa di sekolah maupun di rumah.

Lebih jauh, program serupa di harapkan dapat di perluas ke sekolah-sekolah lain di Boyolali maupun daerah sekitarnya. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kesadaran berbahasa santun dan membiasakan perilaku positif.

Kesimpulan

Unnes Giat 12 melalui kegiatan di MTsN 12 Boyolali berhasil menanamkan kesantunan berbahasa dan membudayakan 5S sebagai fondasi pembentukan karakter siswa. Kesantunan berbahasa mengajarkan pentingnya komunikasi yang beradab, sementara budaya 5S membentuk kebiasaan positif yang menciptakan lingkungan sekolah penuh kehangatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *