Seribuan ASN Mulai Jalani Pendidikan Komcad: Menembak

Seribuan ASN Mulai Jalani Pendidikan Komcad: Menembak, Baris-Berbaris, hingga Penguatan Jiwa Nasionalisme

Seribuan ASN Mulai Jalani Pendidikan Komcad: Menembak, Baris-Berbaris, hingga Penguatan Jiwa Nasionalisme – Jakarta – Sebanyak 1.758 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga di Jakarta resmi menyelesaikan pendidikan latihan dasar militer (latsarmil) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) pada Jumat (5/6/2026). Mereka adalah gelombang pertama dari total 4.000 ASN yang ditargetkan mengikuti program ini sepanjang tahun 2026.

Selama satu setengah bulan, sejak 22 April hingga 5 Juni 2026, para pegawai sipil ini dibekali dengan berbagai materi dasar militer. Mulai dari praktik menembak, simulasi operasi militer, baris-berbaris, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan kedisiplinan.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa program ini bukan untuk menjadikan ASN sebagai tentara, melainkan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta Tanah Air dalam pengabdian mereka sebagai pelayan masyarakat. “Komcad tidak akan menggantikan peran TNI sebagai ujung tombak keamanan negara,” tegasnya.

🎯 Tujuan: Bukan Militerisasi, Tapi Bela Negara

Wacana pelatihan militer bagi ASN sempat menuai kritik dari kalangan akademisi dan aktivis HAM yang khawatir akan terjadi militerisasi di ranah sipil. Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan bahwa program ini bukan upaya militerisasi.

“Tergantung kacamata-nya, perspektif-nya… amanahnya ada di konstitusi kita untuk bela negara,” ujar Kepala Bakom RI, M Qodari, di Lanud Halim Perdanakusuma.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto juga menekankan bahwa program mahjong ways ini adalah bentuk nyata dari “kesemestaan pertahanan” di mana seluruh komponen bangsa, termasuk ASN, dilibatkan dalam upaya pertahanan negara.

🏃‍♂️ Tidak Meninggalkan Tugas ASN

Donny menjelaskan bahwa pelatihan yang berlangsung sekitar dua bulan ini tidak akan mengganggu tugas utama para ASN. Mereka akan kembali ke instansinya masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan.

“Tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya. Mereka tetap menjadi ASN dengan tugas pelayanan publik, namun kini dengan bekal tambahan jiwa nasionalisme dan kedisiplinan yang lebih kuat,” ujarnya.

Menteri PANRB Rini Widyantini, dalam upacara penutupan, berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para ASN menjadi lebih disiplin dan berjiwa patriot tinggi—nilai-nilai yang sangat berguna untuk diterapkan dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat di instansi masing-masing.

🔫 Materi Latihan: Dari Fisik hingga Mental

Para peserta dilatih di berbagai satuan TNI, termasuk Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Skadron Pendidikan (Skadik) 301, Pusat Bahasa TNI AU, Kodam Jaya, dan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak.

Beberapa materi yang diajarkan antara lain:

  • Penembakan Dasar: Latihan menggunakan senjata api untuk membangun ketelitian dan kontrol diri.

  • Peraturan Baris-Berbaris (PBB): Menanamkan kedisiplinan dan kekompakan.

  • Wawasan Kebangsaan (Wasbang): Memperkuat nasionalisme dan pemahaman ideologi Pancasila.

  • Pertolongan Pertama di Area Konflik: Simulasi evakuasi dan penanganan korban.

🚀 ASN Diharapkan Jadi Teladan di Lingkungan Kerja

Menhan Sjafrie berharap para ASN yang telah dilatih dapat menjadi “agen perubahan” di lingkungan kerjanya masing-masing. Mereka diharapkan mampu menularkan kedisiplinan, integritas, dan semangat gotong royong kepada rekan-rekan kerjanya.

“Jadi ini adalah kebanggaanmu bahwa kamu semua akan menunjukkan kepada slot bonus 100 menteri-menterimu bahwa birokrasi di kementerian, di pemerintahan NKRI ada teladannya, dan teladannya adalah Anda semuanya,” pesan Sjafrie kepada para peserta di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma.

📅 Gelombang II: 2.300 ASN Siap Digembleng Agustus

Program ini tidak berhenti di gelombang pertama. Kementerian Pertahanan telah mengonfirmasi akan segera menggelar gelombang kedua pada bulan Agustus 2026 dengan jumlah peserta yang lebih besar, yaitu 2.300 ASN.

Wakil Menhan Donny Ermawan menyatakan bahwa total target 4.000 ASN untuk tahun ini harus terpenuhi. Materi pelatihan gelombang kedua akan serupa, namun kemungkinan lokasi pelatihan akan berbeda menyesuaikan dinamika tugas satuan TNI.

Para ASN yang telah dilatih kini kembali ke meja kerjanya. Namun, mereka telah membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat; mereka membawa mental baja, disiplin tinggi, dan semangat bela negara yang diharapkan mampu mengubah birokrasi Indonesia menjadi lebih kuat dan profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *